Minggu, 03 Oktober 2010

Song of the Week

AMERICAN HONEY
performed by : Lady Antebellum

Dengan limpahan kehangatan dari musik Country yang lembut, Lady Antebellum menyajikan pada kita sebuah lagu indah yang akan sulit kita lupakan . Lagu yang berkisah tentang sisi manis seorang gadis Amerika yang kadang kita pandang sebelah mata ini ternyata berhasilmenghasilkan sebuah karya musik yang penuh warna . Lagu yang juga menggabungkan semangat dan kelembutan dalam musiknya ini memang semanis dan seindah judulnya 'Anerican Honey' . Sebuah masterpiece dari Lady Antebellum . . .

Lirik :

She grew up on a side of the road
Where the church bells ring and strong love grows
She grew up good
She grew up slow
Like American honey

Steady as a preacher
Free as a weed
Couldn't wait to get goin'
But wasn't quite ready to leave
So innocent, pure and sweet
American honey

There's a wild, wild whisper
Blowing in the wind
Calling out my name like a long lost friend
Oh I miss those days as the years go by
Oh nothing's sweeter than summer time
And American honey

Get caught in the race
Of this crazy life
Trying to be everything can make you lose your mind
I just wanna go back in time
To American honey, yea

There's a wild, wild whisper
Blowing in the wind
Calling out my name like a long lost friend
Oh I miss those days as the years go by
Oh nothing's sweeter than summer time
And American honey

Gone for so long now
I gotta get back to her somehow
To American honey

Ooh There's a wild, wild whisper
Blowing in the wind
Calling out my name like a long lost friend
Oh I miss those days as the years go by
Oh nothin's sweeter than summer time
And American honey
And American honey

Kuda Liar . . .

Written by : Aprial Chang

Hidup terkekang adalah rintangan yang harus kuhadapi . . .
Dan dengan kearifan jiwa kucoba untuk tenangkan batin . . .
Agar ia tidak mengamuk seperti macan dalam kerangkeng . . .
Dan dalam kurungan ini kucoba gulirkan khayal . . .
Dan kucoba pula hanyutkan inspirasi . . .
Agar hidupku ini lebih berarti dan berwarna . . .

Akan tetapi apabila khayalku melayang terlalu jauh . . .
Menuju rimba barat yang liar disana . . .
Terdapat ketukan batin yang kuat menggetarkan jiwaku . . .

Keras . . .
Kuat . . .
Aku tak dapat menahannya . . .

Hasrat akan kebebasan mengalir deras keseluruh urat nadiku . . .
Dan jantungku pun berdetak secepat laju angin . . .

Cepat . . .
Deras . . .
Aku tak dapat menbendungnya . . .

Semakin kuat ku menahan . . .
Semakin kuat pula hasrat melawan . . .
Lalu disaat kusemakin lemah tuk menahan . . .
Nyanyian batin itu datang dan mengalun keras : . . .

" Aku ingin berlari tanpa takut untuk dikejar " . . .
" Aku ingin bermimpi tanpa takut untuk terbangun " . . .
" Aku ingin bebas tanpa takut untuk di kekang " . . .
" Aku ingin hidup tanpa takut untuk menangis " . . .
" Aku ingin hidup sebebas kuda liar " . . .
" Bertahan hidup sambil menjadi simbol kearifan alam " . . .
" Aku ingin hidup setenang kuda liar " . . .
" Berdiri kokoh sambil mendengarkan angin berbisik akan keagungan langit " . . .
" Aku ingin hidup seindah kuda liar " . . .
" Melihat dunia dari atas bukit yang kokoh " . . .
" Menatap pada kealamian rimba barat yang menawan " . . .
" Merasakan dinginnya percikan air terjun kesejukan " . . .
" Menjalani hidup tanpa takut untuk terikat oleh mata rantai tirani " . . .

Aku ingin hidup sekokoh kuda liar. . .
Tanpa ada komentar pada kebobrokan ego manusia . . .
Hanya berlari mengejar angin diluasnya padang rumput ketenangan . . .

Bebas . . .
Kuat . . .
Tenang . . .