AMERICAN HONEY performed by : Lady AntebellumDengan limpahan kehangatan dari musik Country yang lembut, Lady Antebellum menyajikan pada kita sebuah lagu indah yang akan sulit kita lupakan . Lagu yang berkisah tentang sisi manis seorang gadis Amerika yang kadang kita pandang sebelah mata ini ternyata berhasilmenghasilkan sebuah karya musik yang penuh warna . Lagu yang juga menggabungkan semangat dan kelembutan dalam musiknya ini memang semanis dan seindah judulnya 'Anerican Honey' . Sebuah masterpiece dari Lady Antebellum . . .Lirik :She grew up on a side of the roadWhere the church bells ring and strong love growsShe grew up goodShe grew up slowLike American honeySteady as a preacherFree as a weedCouldn't wait to get goin'But wasn't quite ready to leaveSo innocent, pure and sweetAmerican honeyThere's a wild, wild whisper Blowing in the windCalling out my name like a long lost friendOh I miss those days as the years go byOh nothing's sweeter than summer timeAnd American honeyGet caught in the raceOf this crazy lifeTrying to be everything can make you lose your mindI just wanna go back in timeTo American honey, yeaThere's a wild, wild whisper Blowing in the windCalling out my name like a long lost friendOh I miss those days as the years go byOh nothing's sweeter than summer timeAnd American honeyGone for so long nowI gotta get back to her somehowTo American honeyOoh There's a wild, wild whisper Blowing in the windCalling out my name like a long lost friendOh I miss those days as the years go byOh nothin's sweeter than summer timeAnd American honeyAnd American honey
Written by : Aprial Chang
Hidup terkekang adalah rintangan yang harus kuhadapi . . .
Dan dengan kearifan jiwa kucoba untuk tenangkan batin . . .
Agar ia tidak mengamuk seperti macan dalam kerangkeng . . .
Dan dalam kurungan ini kucoba gulirkan khayal . . .
Dan kucoba pula hanyutkan inspirasi . . .
Agar hidupku ini lebih berarti dan berwarna . . .
Akan tetapi apabila khayalku melayang terlalu jauh . . .
Menuju rimba barat yang liar disana . . .
Terdapat ketukan batin yang kuat menggetarkan jiwaku . . .
Keras . . .
Kuat . . .
Aku tak dapat menahannya . . .
Hasrat akan kebebasan mengalir deras keseluruh urat nadiku . . .
Dan jantungku pun berdetak secepat laju angin . . .
Cepat . . .
Deras . . .
Aku tak dapat menbendungnya . . .
Semakin kuat ku menahan . . .
Semakin kuat pula hasrat melawan . . .
Lalu disaat kusemakin lemah tuk menahan . . .
Nyanyian batin itu datang dan mengalun keras : . . .
" Aku ingin berlari tanpa takut untuk dikejar " . . .
" Aku ingin bermimpi tanpa takut untuk terbangun " . . .
" Aku ingin bebas tanpa takut untuk di kekang " . . .
" Aku ingin hidup tanpa takut untuk menangis " . . .
" Aku ingin hidup sebebas kuda liar " . . .
" Bertahan hidup sambil menjadi simbol kearifan alam " . . .
" Aku ingin hidup setenang kuda liar " . . .
" Berdiri kokoh sambil mendengarkan angin berbisik akan keagungan langit " . . .
" Aku ingin hidup seindah kuda liar " . . .
" Melihat dunia dari atas bukit yang kokoh " . . .
" Menatap pada kealamian rimba barat yang menawan " . . .
" Merasakan dinginnya percikan air terjun kesejukan " . . .
" Menjalani hidup tanpa takut untuk terikat oleh mata rantai tirani " . . .
Aku ingin hidup sekokoh kuda liar. . .
Tanpa ada komentar pada kebobrokan ego manusia . . .
Hanya berlari mengejar angin diluasnya padang rumput ketenangan . . .
Bebas . . .
Kuat . . .
Tenang . . .